Manusia bagi Karl Marx disetir oleh perutnya (ekonomi) dan
bagi Sigmund Freud oleh libido seksnya alias kemaluannya. Ketika berhijrah di
abad ke 7 M, Nabi sudah menyinggung temuan Marx dan Freud. Orang berhijrah itu
disetir oleh tiga orientasi : seks, materi dan idealisme atau keimanan (lillah
wa rasulihi). Artinya, manusia itu bisa jadi seharga dorongan perutnya, atau
dorongan seksualnya dan dapat menjadi sangat idealis, meninggalkan kedua
dorongan jiwa hewani dan nabati itu.