Selalu ada yang special di bulan
Ramadhan. Ini untuk ketiga kalinya saya berpuasa di negeri para bhaijan. Meskipun
puasa di Pakistan, tapi saya
memulai bulan Ramadhah sehari lebih cepat dibanding
penduduk negeri. sama seperti Indonesia Iya, dua kali puasa selalu begitu. kelewat semangat
kali ya? Pakistan selalu terlambat satu hari dibanding Indonesia atau Saudi dan negera mayoritas Islam lainnya. Alasannya, yah banyak. Nanti kita bahas di tema yang lain.
Pokoknya karena saya bla bla.....
Saturday, 11 June 2016
Thursday, 2 June 2016
Uneg-uneg Si Roda Dua
Kalau layar TV Indonesia
rame ngiklankan motor metic atau moge, Layar TV Pakistan justru setia dengan iklan motor
70 CC model Jadul 80an indonesia. Jadi
teringat motor butut ayah di rumah. Si jagoan cella intong. Sempat bertanya-tanya kok masih ramai aja orang yang mau memelihara si jadul kayak gini. Cek percek, Eh.. ternyata, Itulah model terbarunya Pakistan. Adanya, ya begitu.
Saya pernah diskusi dengan salah seorang kawan Pakistan terkait model jadul motor di negaranya. Kenapa gak ngiutin India, China Thailand atau
Indonesia. Kenapa gak ada model motor bebek atau metic kayak di negara kita.
Biar keren gitu? Kata teman,
di Pakistan perempuan gak boleh bawa
motor. Makanya semua model didesain untuk laki-laki, bebek dan metic itu model
untuk perempuan. Bagi masyarakat
Indoensia, model motor kami gak keren. Tapi bagi kami, kalian laki-laki Indonesia gak keren.
Laki-laki kok bawanya motor cewek.
Wednesday, 27 April 2016
Melayu di Lembah Buner Pakistan
Dalam sebuah acara di KBRI
Islamabad, salah seorang kawan dari madrasah menceritakan tentang perjalanannya ke
sebauh wilayah di barat laut Pakistan. katanya penduduk wilayah itu banyak yang bisa berbahasa
Melayu, namanya Buner. Benarkah?. obrolan singkat
itu lalu menyisakan rasa penasaran terhadap daerah tersebut.
Hingga suatu ketika, seorang mahasiswa
Indonesia mengajak saya menghadiri pesta penikahan temannya yang tinggal di Buner. gayung
bersambut, tanpa pikir panjang saya lagsung mengiyakan tawaran teman.
Langkah pertama yang kami lakukan setelah
sepakat melakukan perjalanan ke Buner adalah menyampaikan niat perjalanan kami
asisten Atase Pertahanan saat itu. Bagaimanapun wilayah itu masih termasuk
wilayah rawan konflik. Maka pertimbangan dan nasehat beliau tentu sangat
penting bagi kami. Beliau mengizinkan kami berangkat dengan pesan agar lebih
berhati-hati.
Wednesday, 20 April 2016
International Restaurant ala Bhaijan
Bagi
traveler Muslim, bila ke berkunjung ke negeri Ali Jinnah tidak perlu terlalu khawatir dengan kehalalan
makanan.Sebab Pakistan termasuk
negara yang mayoritas atau sekitar 98% penduduknya muslim. maka
buat penikmat kuliner halal, Pakistan tentu memanjakan
anda untuk sisi ini.
Tapi
pertanyaannya apakah lidah anda cocok dengan menu baijhan? Soalnya makanan negeri ini serba berminyak. Menu makanan Pakistan yang paling banyak
dikenal di negara lain ialah nasi
briyani dan paratha. orang Malaysia menyebutnya roti
chana.
Anda
pun bisa menikmati gorengan ala pakistan seperti
Samosa dan Pakora. Masyarakat
Pakistan lebih suka mengkonsumsi gandum dari pada nasi. Makanya, roti lebih
mudah ditemukan dari pada nasi. Kalaupun ada nasi ya gitu-gitu deh, gak
sennyuaaam masakan Indonesia. Paling Briyani. Selebihnya
roti dan daging. Daging di Pakistan
termasuk menu yang mudah didapat dengan harga yang relatif lebih murah. Adapun sayur-sayuran hanya sebagian kecil
masyarakat Pakistan yang suka. Dan pastinya,
minuman Chai menjadi menu yang tak
pernah alfa di setiap warung.
Indonesia Pakistan Dosthi Zindebad
Tanggal 10 November 1945, peristiwa arek-arek Suroboyo yang kemudian dikenal oleh bangsa Indonesia sebagai hari pahlwan menyimpan berjuta cerita. Bagi rakyat Indonesia 10 November merupakan hari bersejarah yang tak mungkin terlupakan. Tentara dan pemuda bahu membahu dalam pertempuran sengit melawan Belanda dan Sekutu. Sebagai pembuktian kepada dunia, Indonesia negara merdeka. Pantang untuk ditindas.
Namun ada sisi lain
dari perjuangan membela tanah air ini yang tidak banyak diketaui oleh
masyarakat kita. Seperti dukungan Negara lain terhadap perjuagan kemerdekaan.
Diantara Negara yang memberikan mendukung kemerdekaan Indonesia ialah
Palestina, Mesir dan Pakistan. Pakistan bahkan punya cerita tersendiri dalam
mendukung kemerdekaan bangsa Indonesia.
Peristiwa ini berawal
ketika Belanda dan atau yang dikenal dengan
NICA (Netherlands Indies Civil Administration) dengan dalih hendak mengusir penjajah Jepang,
Belanda menggandeng pasukan sekutu Inggris yang di dalamnya ada pasukan India,
kembali ingin menancapkan kuku kolonialismenya di Indonesia.
Friday, 1 April 2016
Masjid Faishal, Arsitek Modern ala Badui
Bagi kamu yang pernah jalan-jalan ke Islamabad ibu kota
Pakistan tentu tau Masjid Faishal. Masjid
megah yang menjadi salah satu ikon kota Islamabad. Mesjid ini bahkan dinisbahkan sebagai masjid nasional negara
Pakistan. Bagiamana dengan yang belum pernah ke Islamabad?. Yaa,
ke Islamabad dong biar tahu! Tapi bila belum mampu. Don’t worry! nih aku kasih
bocoran,
biar gak penasaran lagi dengan masjid
yang kata orang pakistan “the biggest mosque
in the world”. puwede banget kan??
Terkait omongan orang Pakistan tadi gak usah dipikirin, dimasukin
hati,
apalagi dimasukin saku. Tapi pastinya masjid Faishal hingga saat ini masih merupakan masjid terbesar di negara Pakistan
dan Asia Selatan. Mengalahkan masjid
Badshahi. Masjid kerajaan di kota Lahore. Masjid
yang pembangunannya selasai pada tahun 1986 ini terletak di ibu kota
Islamabad, dekat maghala Hill.
Monday, 16 February 2015
Let's Study at IIUI Pakistan
Bagi teman-teman yang pengen kuliah ke keluar negeri tapi bingung gimana caranya. nah, berikut info salah satu universitas di Pakistan yang menjadi tujuan belajar banyak mahasiswa Indonesia.
Selayang pandang Kampus IIUI
International Islamic University Islamabad (IIUI) atau dikenal dengan Al Jamiah Al Islamiyah Al Aalamiyah Islamabad didirikan pada awal abad ke-15 Hijriyah, 01 Muharram 1401 H bertepatan 11 November 1980 M. Pembangunan universitas ini merupakan jawaban atas harapan negera-negara
islam yang tergabung dalam Organisasi Konferensi Islam (OKI) yang menginginkan
terbentuknya Universitas Islam yang berskala internasional sebagai symbol dari
kebangkitan Islam dan untuk melahirkan sebuah universitas yang mampu mencetak
ilmuan yang memiliki pemahaman Islam mendalam serta menjadikannya landasan
dalam segala aktifitas.
Subscribe to:
Posts (Atom)




