Thursday, 2 June 2016

Uneg-uneg Si Roda Dua




Kalau layar TV Indonesia rame ngiklankan motor metic atau moge, Layar TV Pakistan justru setia dengan iklan motor 70 CC model Jadul 80an indonesia.  Jadi teringat motor butut ayah di rumah. Si jagoan cella intong.  Sempat bertanya-tanya kok masih ramai aja orang yang mau memelihara si jadul kayak gini. Cek percek, Eh.. ternyata, Itulah model terbarunya Pakistan. Adanya, ya begitu.
 
Saya pernah diskusi dengan salah seorang kawan Pakistan terkait model jadul motor di negaranya. Kenapa gak ngiutin India, China Thailand atau Indonesia. Kenapa gak ada model motor bebek atau metic kayak di negara kita. Biar keren gitu? Kata teman, di Pakistan perempuan gak boleh bawa motor. Makanya semua model didesain untuk laki-laki, bebek dan metic itu model untuk perempuan. Bagi masyarakat Indoensia, model motor kami gak keren. Tapi  bagi kami, kalian laki-laki Indonesia gak keren. Laki-laki kok bawanya motor cewek. 

Wednesday, 27 April 2016

Melayu di Lembah Buner Pakistan

Dalam sebuah acara di KBRI Islamabad, salah seorang kawan dari madrasah menceritakan tentang perjalanannya ke sebauh wilayah di barat laut Pakistan. katanya penduduk wilayah itu banyak yang bisa berbahasa Melayu, namanya Buner. Benarkah?. obrolan singkat itu lalu menyisakan rasa penasaran terhadap daerah tersebut.

Hingga suatu ketika, seorang mahasiswa Indonesia mengajak saya  menghadiri pesta  penikahan temannya yang tinggal di Buner. gayung bersambut, tanpa pikir panjang saya lagsung mengiyakan tawaran teman.

Langkah pertama yang kami lakukan setelah sepakat melakukan perjalanan ke Buner adalah menyampaikan niat perjalanan kami asisten Atase Pertahanan saat itu. Bagaimanapun wilayah itu masih termasuk wilayah rawan konflik. Maka pertimbangan dan nasehat beliau tentu sangat penting bagi kami. Beliau mengizinkan kami berangkat dengan pesan agar lebih berhati-hati.

Wednesday, 20 April 2016

International Restaurant ala Bhaijan

Bagi traveler Muslim, bila ke berkunjung ke negeri Ali Jinnah tidak perlu terlalu khawatir dengan kehalalan makanan.Sebab  Pakistan termasuk negara yang mayoritas atau sekitar 98% penduduknya muslim. maka buat penikmat kuliner halal, Pakistan tentu memanjakan anda untuk sisi ini.

Tapi pertanyaannya apakah lidah anda cocok dengan menu baijhan? Soalnya makanan negeri ini serba berminyak. Menu makanan Pakistan yang paling banyak dikenal di negara lain ialah nasi briyani dan paratha.  orang Malaysia menyebutnya roti chana.

Anda pun bisa menikmati gorengan ala pakistan seperti Samosa dan Pakora. Masyarakat Pakistan lebih suka mengkonsumsi gandum dari pada nasi. Makanya, roti lebih mudah ditemukan dari pada nasi. Kalaupun ada nasi ya gitu-gitu deh, gak sennyuaaam masakan Indonesia. Paling Briyani. Selebihnya roti dan daging. Daging di Pakistan termasuk menu yang mudah didapat dengan harga yang relatif lebih murah. Adapun sayur-sayuran hanya sebagian kecil masyarakat Pakistan yang suka. Dan pastinya, minuman  Chai menjadi menu yang tak pernah alfa di setiap warung.

Indonesia Pakistan Dosthi Zindebad



Tanggal 10 November 1945, peristiwa arek-arek Suroboyo yang kemudian dikenal oleh bangsa Indonesia  sebagai hari pahlwan menyimpan berjuta cerita. Bagi rakyat Indonesia 10 November merupakan hari bersejarah yang tak mungkin terlupakan. Tentara dan pemuda bahu membahu dalam pertempuran sengit melawan Belanda dan Sekutu. Sebagai  pembuktian kepada dunia, Indonesia negara merdeka. Pantang untuk ditindas.

Namun ada sisi lain dari perjuangan membela tanah air ini yang tidak banyak diketaui oleh masyarakat kita. Seperti dukungan Negara lain terhadap perjuagan kemerdekaan. Diantara Negara yang memberikan mendukung kemerdekaan Indonesia ialah Palestina, Mesir dan Pakistan. Pakistan bahkan punya cerita tersendiri dalam mendukung kemerdekaan bangsa Indonesia.

Peristiwa ini berawal ketika Belanda dan atau yang dikenal dengan  NICA (Netherlands Indies Civil Administration)  dengan dalih hendak mengusir penjajah Jepang, Belanda menggandeng pasukan sekutu Inggris yang di dalamnya ada pasukan India, kembali ingin menancapkan kuku kolonialismenya di Indonesia.

Friday, 1 April 2016

Masjid Faishal, Arsitek Modern ala Badui

Bagi kamu yang pernah jalan-jalan ke Islamabad ibu kota Pakistan  tentu tau Masjid Faishal. Masjid megah yang menjadi salah satu ikon kota Islamabad. Mesjid ini bahkan dinisbahkan  sebagai masjid nasional negara Pakistan. Bagiamana  dengan yang belum pernah ke Islamabad?. Yaa, ke Islamabad dong biar tahu! Tapi bila belum mampu. Don’t worry! nih aku kasih bocoran, biar gak penasaran lagi dengan masjid yang kata orang pakistan “the biggest mosque in the world”. puwede banget kan??
Terkait omongan orang Pakistan tadi gak usah dipikirin, dimasukin hati, apalagi dimasukin saku. Tapi pastinya masjid Faishal hingga saat ini masih  merupakan masjid terbesar di negara Pakistan dan Asia Selatan. Mengalahkan  masjid Badshahi. Masjid   kerajaan di kota Lahore. Masjid yang pembangunannya selasai pada tahun 1986 ini terletak di ibu kota Islamabad, dekat maghala Hill.

Monday, 16 February 2015

Let's Study at IIUI Pakistan

Bagi teman-teman yang pengen kuliah ke keluar negeri tapi bingung gimana caranya. nah, berikut info salah satu universitas di Pakistan yang  menjadi tujuan belajar banyak mahasiswa Indonesia.  

Selayang pandang Kampus IIUI
International Islamic University Islamabad (IIUI) atau dikenal dengan Al Jamiah Al Islamiyah Al Aalamiyah Islamabad didirikan pada awal abad ke-15 Hijriyah, 01 Muharram 1401 H bertepatan 11 November 1980 M.  Pembangunan universitas ini merupakan jawaban atas harapan negera-negara islam yang tergabung dalam Organisasi Konferensi Islam (OKI) yang menginginkan terbentuknya Universitas Islam yang berskala internasional sebagai symbol dari kebangkitan Islam dan untuk melahirkan sebuah universitas yang mampu mencetak ilmuan yang memiliki pemahaman Islam mendalam serta menjadikannya landasan dalam segala aktifitas.  

Monday, 10 November 2014

Badshahi Mesjid, Simbol Kebesaran Mughal Islam


Gak lengkap rasanya perjalanan ke kota Lahore bila tak berkunjung ke Badshahi mesjid. Tiga tahun lalu ketika saya berstatus mahasiswa baru saya pernah berkunjung tempat tersbut. Kala itu, kami diundang untuk menghadiri ijtima aam  sebuah organisasi mahasiswa local di Pakistan. Usai acara, Dalam perjalanan pulang bersama rombongan mahasiswa asing kami di ajak singgah ke Batshahi Mesjid dan Lahore Fort. Tapi, belum puas rasannya. Karena kunjungan waktu itu tak lama. Kami hanya diberi sedikit waktu. sekedar untuk jepret-jepret dan tanpa bisa menjelajahi sudut-sudut Mesjid.